Minggu, 02 Oktober 2022

Teks Ceramah

Oleh : Dina Marliyana, S.Pd.

SMK PGRI Jatiwangi


Materi teks ceramah merupakan materi Bahasa Indonesia kelas XI/11 - Materi ini membahas mulai dari pengertiannya, tujuan, jenis-jenis, ciri-ciri, unsur-unsur, struktur dan kaidah/ciri kebahasaan teks dan juga contohnya.


Apa yang dimaksud dengan teks ceramah? Menurut para ahli, yang salah satunya kami kutip dari Winarno Surahmad, M.Ed menyatakan bahwa:

Teks ceramah adalah penuturan dan penerangan secara lisan oleh guru terhadap muridnya, sedangkan peran dari murid hanya mendengarkan dengan teliti, sambil mencatat yang pokok dari yang telah disampaikan oleh guru.

Nah, kalian sudah tahu kan apa itu teks ceramah. Adapun jenis-jenis dari ceramah terdiri atas 2 jenis yaitu ceramah umum dan ceramah khusus. Sedangkan unsur-unsur ceramah antara lain: penceramah, pendengar, materi, metode ceramah.

Sebutkan struktur dari teks ceramah? Strukturnya yaitu: pendahuluan, isi ceramah dan penutup. Untuk lebih jelasnya, marilah kita simak secara mendalam mengenai teks ini.



pengertian teks ceramah


Pengertian Teks Ceramah


Teks ceramah adalah pidato yang bertujuan untuk menerangkan atau menyiarkan nasehat dan petunjuk-petunjuk berkaitan dengan ajaran-ajaran agama.

Secara umum, ceramah, khotbah, dan sambutan merupakan bagian dari pidato. Nah, berarti ketiganya sama-sama kegiatan berbicara di muka umum untuk memaparkan gagasan, pikiran, atau informasi kepada pendengar yang sifatnya persuasif.

Arti kata ceramah, menurut KBBI adalah pidato oleh seseorang di hadapan banyak pendengar, mengenai suatu hal, pengetahuan, dan sebagainya.


Tujuan Ceramah


Teks ceramah memiliki tujuan yang ditujukan kepada pembaca dalam setiap teksnya. Adapun tujuan dari teks ceramah adalah seperti berikut ini:
  1. Informatif/instruktif: artinya untuk memberikan informasi kepada pendengar mengenai suatu hal sehingga pendengar dapat memahami atau mengerti isi informasi dengan jelas dan benar.
  2. Persuasif: artinya mengajak pendengar supaya mengikuti apa yang telah pembicara sampaikan agar keyakinan pendengar semakin bertambah untuk melakukan sesuatu kearah yang lebih baik lagi.
  3. Argumentatif: artinya untuk meyakinkan pendengar mengenai suatu hal.
  4. Deskriptif: artinya untuk menggambarkan atau melukiskan tentang suatu keadaan.
  5. Rekreatif: artinya untuk menghibur atau menggembirakan pendengar agar merasa puas.
  6. Naratif: artinya untuk menceritakan sesuatu hal kepada pendengar.

Ciri-Ciri Teks Ceramah


Teks ceramah memiliki ciri-ciri yang dapat berfungsi sebagai pembeda dari teks-teks lainnya. Berikut ini adalah ciri-ciri teks ceramah:
  • Memiliki struktur yang lengkap, terdiri atas pendahuluan, isi, penutup.
  • Merupakan keterampilan berbahasa satu arah.
  • Dilakukan dalam kegiatan belajar mengajar klasikal.
  • Pembicara berdiri di depan orang banyak untuk menyampaikan materi sementara pendemar hanya menyimak saja.
  • Merupakan kegiatan pasif reseptif.
  • Isi ceramah sesuai dengan kegiatan yang ada.
  • Isi ceramah harus objektif, jelas, dan benar.
  • Isi ceramah tidak akan menimbulkan pertentangan di masyarakat.
  • Bahasa yang digunakan penceramah mudah dipahami pendengar.
  • Bahasa yang digunakan penceramah harus santun dan rendah hati.

Ciri-ciri Pembicara yang Baik


Bagaimana cara menjadi pembicara/penceramah yang baik? Berikut tipsnya:
  1. Menjadi pembicara yang baik harus memandang sesuatu hal dari sudut pandang yang baru atau tak terduga pada hal-hal umum.
  2. Mempunyai cakrawala yang luas, memikirkan dan membicarakan isu-isu dari beragam pengalaman di luar kehidupannya sehari-hari. 
  3. Antusias, menunjukkan minat yang besar pada apa yang diperbuat dalam hidupnya.
  4. Tidak pernah membicarakan diri sendiri.
  5. Sangat ingin tahu.
  6. Menunjukkan empati, berusaha menempatkan diri pada posisi untuk memahami apa yang Anda katakan.
  7. Mempunyai selera humor, dan tidak keberatan mengolok-olok diri sendiri. 
  8. Mempunyai gaya bicara sendiri.

Jenis-jenis Ceramah

Jenis-jenis Ceramah

Adapun jenis-jenis dari ceramah terdiri atas dua jenis yaitu ceramah umum dan ceramah khusus. Penjabaran singkatnya seperti dibawah ini:

1. Ceramah Umum


Ceramah umum adalah pesan yang bertujuan untuk memberikan sebuah nasehat dan petunjuk-petunjuk yang ditujukan kepada khalayak ramai, atau masyarakat luas. Di dalam ceramah umum keseluruhannya bersifat menyeluruh, maksudnya tidak ada batasan-batasan apapun baik dari audiens yang sudah tua ataupun yang masih muda, materinya juga tidak ditentukan, sesuai dengan acara.

2. Ceramah Khusus


Ceramah khusus adalah ceramah yang bertujuan  untuk memberikan nasehat dan petunjuk-petunjuk kepada mad'u atau khalayak tertentu dan bersifat khusus baik itu materinya maupun yang lainnya. Pada ceramah khusus ini, banyak batasan-batasan yang dibuat misalkan materi yang menyesuaikan dengan keadaan. Contoh Peringatan Isra' dan Mi'raj Nabi Muhammad SAW.
    Dalam sumber lain jenis-jenis teks ceramah dapat dibedakan ke dalam 3 jenis. Berikut ini penjelasannya.

    1. Ceramah Informasi

    Ceramah informasi adalah ceramah yang bertujuan untuk menyampaikan berita atau informasi penting kepada pendengar.

    2. Ceramah Persuasi


    Ceramah persuasi adalah ceramah yang bertujuan untuk memaparkan informasi yang dapat mengajak atau memengaruhi pikiran atau tindakan pendengar

    3. Ceramah Rekreatif


    Ceramah rekreatif adalah ceramah yang bertujuan untuk menghibur pendengar.

    Unsur-unsur Ceramah


    Adapun unsur-unsur dalam teks ceramah adalah sebagai berikut.

    1. Penceramah


    Unsur dari ceramah yang pertama adalah penceramah itu sendiri yaitu orang yang melakukan kegiatan ceramah. Untuk menjadi seorang penceramah, wajib memiliki ilmu yang mumpuni terhadap materi yang diberikan kepada pendengar.

    2. Pendengar


    Unsur ceramah yang kedua adalah pendengar. Pendengar merupakan orang yang menerima nasehat dan petunjuk dari penceramah.

    3. Materi


    Materi yang diberikan dalam ceramah berasal dari ajaran-ajaran suatu agama. Namun, ceramah yang baik adalah ceramah yang mampu dan sanggup membuat pendengar terdorong dan tergugah untuk melakukan nasehat-nasehat yang telah diberikan oleh penceramah. Selain itu, materi ceramah harus disusun secara sistematis agar materi disampaikan dapat diterima dengan baik oleh pendengar.

    4. Metode ceramah


    Metode ceramah adalah cara-cara yang dipergunakan oleh seorang penceramah untuk menjelaskan materi. Metode ceramah terbagi menjadi:
    • Impromptu: metode ceramah tanpa adanya persiapan.
    • Menghafal: metode ceramah sudah melakukan persiapan, lalu menghafalnya.
    • Membaca naskah: metode ceramah dengan membaca naskah lengkap.
    • Ekstemporan: metode ceramah yang menuliskan pokok-pokok pikiran sebagai catatan pengingat.

    5. Media ceramah


    Media ceramah adalah alat yang digunakan untuk menyampaikan atau menjelaskan materi kepada pendengar.


    Struktur Teks Ceramah

    struktur teks ceramah


    Selain itu struktur yang terdapat dalam ceramah adalah sebagai berikut.

    1. Pendahuluan

    • Pembuka: bagian yang berisi salam pembuka, ucapan syukur, dan ucapan penghormatan.
    • Pengantar: bagian yang berisi paragraf pengantar yang mengarah pada topik.


    2. Isi Ceramah

    • Inti: bagian ini berisi paparan dari penceramah, pandangan umum penceramah, ilustrasi dari materi yang disampaikan oleh penceramah.
    • Gagasan: bagian ini berisi tentang ide besar yang ingin disampaikan penceramah kepada pendengar. Ceramah yang baik dan bagus berisi satu gagasan besar yang kemudian dapat dikembangkan dalam subtopik.


    3. Penutup

    • Simpulan
    • Ucapan permintaan maaf, dan
    • Salam penutup

    Dari sumber lain struktur teks ceramah terdiri dari 6 bagian yakni:
    1. Sapaan
    2. Salam pembuka
    3. Pembuka
    4. Isi
    5. Penutup
    6. Salam penutup.

    Kaidah atau Ciri Kebahasaan Teks Ceramah


    Bagaimana dengan kaidah kebahasaan dari teks ceramah? Simak berikut ini. 
    1. Menggunakan kalimat simpleks/tunggal dan kompleks/majemuk.
    2. Menggunakan kata kerja mental, misalnya memprihatinkan.
    3. Kalimatnya bersifat deklaratif dan imperatif (persuasif/ajakan).
    4. Menggunakan kata-kata yang menunjukkan hubungan argumentasi (sebab-akibat) satu dengan yang lainnya.
    5. Menggunakan kata-kata teknis/peristilahan yang berkenaan dengan topik yang dibahas penceramah.
    6. Menggunakan kata sapaan orang kedua atau ketiga yang sesuai dengan bahasa adat setempat, santun serta sesuai dengan kondisi/situasi.

    Minggu, 21 November 2021

    PERSIAPAN PAS

     Oleh : Dina Marliyana, S.Pd.


    Download Materi Disini

    BACA DAN PAHAMI!!!!

    ·         Cerita sejarah ada 2 macam: cerita sejarah ekspositoris dan cerita sejarah sugesti

    ·         Jenis buku terbagi menjadi 2 buku fiksi dan nonfiksi

    ·         Buku fiksi merupakan buku yang berisi kisahan atau cerita yang dibuat berdasarkan Khayalan atau imajinasi seseorang sedangkan buku nonfiksi adalah Buku yang mengandung informatif dengan bahasa yang denotatif, jelas dan akurat serta sesuai dengan fakta.

     

    v  Jenis buku fiksi meliputi:

    1.      Cerpen

    2.      Novel

    3.      Drama

    4.      Legenda

    5.      Mitos/Mite

    6.      Roman

    7.      Fabel

     

    ü  Prosa memiliki 2 unsur yaitu unsur intrinsik dan ekstrinsik

    Untuk intriksik: tema, Latar/setting, Alur, Majas/Gaya Bahasa,Tokoh dan Penokohan dan Amanat.

    ü  Untuk ekstrinsik: Budaya, Sosial, Ekonomi, Politik, Pendidikan, Agama dll.

     

    v  Jenis buku nonfiksi meliputi:

    1.      Biografi

    2.      Auto biografi

    3.      Karya ilmiah

    4.      Buku paket

    5.      Koran

    6.      Majalah

    7.      Dan sebagainya

     

    ·      Resensi adalah kegiatan untuk mengulas atau menilai sebuah karya

     

    ·      Berikut ini yang termasuk hal yang harus diperhatikan dalam meresensi isi buku ilmiah adalah:

    ü  Cari dan tentukan buku ilmiah yang akan diresensi

    ü  Catatlah identitas buku yang akan diresensi

    ü  Catat dan pahami tujuan dan latar belakang penulisan buku dengan cara membaca kata pengantar atau pendahuluan

    ü  Catat kelebihan dan kekurangan buku

     

    ·         Unsur dari resensi,

    ü  Identitas buku

    ü  Judul buku

    ü  Intisari buku

    ü  Biografi pegarang

    ü  Kelebihan dan kekurangan buku

    ·         Artikel yang mewakili opini atau perilaku media terhadap sebuah isu yang sedang dibicarakan oleh masyarakat disebut teks Editorial

    ·         Tujuan teks editorial:

    1.      Mengajak pembaca untuk ikut berpikir dalam masalah (isu/topik) yang sedang hangat terjadi di kehidupan sekitar.

    2.      Memberikan pandangan kepada pembaca terhadap isu yang sedang berkembang.

    3.      Mengkritik

    ·         Teks editorial disebut juga Tajuk Rencana

    ·         Teks editorial memiliki struktur, yakni sebagai berikut:

    ·         Pernyataan pendapat (thesis statement)

    ·         Argumentasi (arguments)

    ·         Pernyataan ulang pendapat (reiteration)

    ·         Bentuk alasan/bukti yang dipakai untuk memperkuat pernyataan dalam teks editorial adalah Argumentasi

    Download Materi Disini

    TUGAS

    1.      Novel merupakan jenis buku?

    2.      Buku fiksi merupakan buku yang berisi kisahan atau cerita yang dibuat berdasarkan...

    3.      Resensi adalah kegiatan untuk mengulas atau menilai sebuah?

    4.      Sebutkan struktur biografi?

    5.      Sebutkan buku nonfiksi?

    6.      Buku bacaan dibedakan menjadi 2 jenis yaitu?

    7.      Buku yang mengandung informatif dengan bahasa yang denotatif, jelas dan akurat serta sesuai dengan fakta. Pernyataan tersebut merupakan pengertian dari?

    8.      Sebutkan Unsur dari resensi!

    9.      Bentuk alasan/bukti yang dipakai untuk memperkuat pernyataan dalam teks editorial adalah

    10.  Artikel yang mewakili opini atau perilaku media terhadap sebuah isu yang sedang dibicarakan oleh masyarakat disebut

    11.  Sebutkan struktur teks editorial!

    12.  Sebutkan unsur intrinsik

    13.  Sebutkan unsur ekstrinsik

    14.  Apa yang dimaksud dengan Pronomina?

    15.  Apa yang dimaksud dengan fakta!

    Download Materi Disini

    Minggu, 14 November 2021

    HIKAYAT

     Oleh : Dina Marliyana, S.Pd.

    Guru Bahasa Indonesia SMK PGRI Jatiwangi

    Download Materi Disini

    Pengertian Hikayat

    Pernah mendengar hikayat? Mungkin sekilas istilah hikayat ini terdengar tidak asing lagi. Secara harfiah hikayat memiliki arti yang sama dengan kenang-kenangan. Yang memiliki maksud sebuah karya yang menjadi kenangan atau sebagai riwayat dari buah pemikiran sang pujangga kepada orang lain.

    Sedangkan dalam bahasa Arab hikayat berasal dari hikayah yang memiliki arti kisah, dongeng atau cerita. Hikayat ini adalah dongeng yang umumnya diceritakan dalam bahasa Melayu. Tema yang diangkat ke dalam karya sastra hikayat ini pada umumnya mengisahkan tentang kepahlawanan atau kehebatan seseorang dengan keajaiban dan mukjizatnya.

    Latar dalam kisah-kisah yang dituliskan ke dalam hikayat  kebanyakan adalah latar zaman dahulu seperti kisah kerajaan. Sehingga hikayat juga disebut sebagai prosa lama yang banyak ditemukan dalam bahasa Melayu dan sudah jarang ditemukan lagi saat ini.

    Prosa lama ini selayaknya dongeng-dongeng yang berisi tentang keajaiban dan mukjizat seseorang. Melihat dari penuturannya yang hanya berdasarkan imajinasi sang penulis dalam dunia rekaannya, maka hikayat ini dikategorikan cerita fiksi yang kisahnya hanya sebatas khayalan saja. Sehingga kemunculannya hanya sebagai penghibur saja.

    Layaknya cerita fiksi lain, secara intrinsik hikayat juga memiliki unsur-unsur yang sama. Dalam satu kisah hikayat memiliki unsur-unsur berupa alur, tema, penokohan, sudut pandang, latar serta amanat. Hikayat yang paling banyak ditemukan dalam bahasa Melayu, tidak menutup kemungkinan bahwa terdapat beberapa hikayat yang dituliskan dalam bahasa lain.

    Karakteristik hikayat:

    1.        Kemustahilan adalah kemustahilan baik segi teks atapun cerita. Kemustahilan diartikan tidak logisan atau tidak bisa ditalar.

    2.      kesaktian

    3.      anonim adalah tidak diketahui secara jelas siapa pengarang.

    4.      Istana sentris adalah berlatar kerajaan dibuktikan dengan adanya raja dan anak raja.

     

     Download Materi Disini

    Ciri-Ciri Hikayat

    Adapun beberapa ciri-ciri hikayat seperti dibawah ini :

    1. Menggunakan Bahasa Melayu Klasik

    Selayaknya prosa dan tulisan lama lainnya yang secara latar menggambarkan kisah-kisah pada zaman dahulu. Penggunaan bahasa dan pemilihan diksi dalam karya sastra hikayat ini pun menggunakan bahasa klasik.

    Hikayat yang paling sering ditemukan  yaitu dalam bahasa Melayu. Maka bahasa Melayu yang digunakan dalam hikayat pun termasuk bahasa Melayu klasik yang saat ini sudah jarang digunakan. Sehingga hikayat akan tampak unik dan semakin memiliki nilai seni yang tinggi.

    2. Tema Kerajaan

    Alur dan latar belakang yang diambil untuk kisah-kisah dalam hikayat paling sering bertemakan kerajaan.  Dengan gaya bahasa klasik yang menambah nuansa ‘lawas’ yang tetap menarik dan memiliki nilai etnik yang berbeda.

    3. Statis

    Hikayat menjadi salah satu karya sastra yang statis atau tetap. Selama penulisan dan penggambaran kisah-kisah di dalam hikayat tidak memiliki banyak perubahan yang berbeda dengan hikayat lain, atau hikayat dari negara lain. Kisah yang diangkat, unsur intrinsik dan segala hal dalam hikayat memiliki kemiripan satu sama lain.

    4. Tradisional

    Karya sastra hikayat yang pemilihan temanya tidak pernah jauh dari kisah kerajaan pun tak lepas dari segala unsur-unsurnya. Setiap isi di dalam hikayat selalu mengusung tradisi dan budaya masyarakat pada masanya.

    Semua tradisi tergambarkan dengan baik dalam kisah-kisah yang diangkat menjadi hikayat. Selain itu hikayat juga sarat akan makna dan amanat yang dapat dicontoh. Kebanyakan konflik di dalam hikayat menggambarkan kebaikan menang melawan keburukan.

    5. Bersifat Edukasi

    Meskipun kehadirannya hanya berasal dari khayalan sang pujangga, tidak menutup kemungkinan dalam hikayat memiliki amanat baik yang dapat dijadikan pembelajaran oleh para pembacanya. Hikayat yang sejatinya tidak diketahui pengarangnya ini memiliki banyak unsur-unsur yang mendidik kita agar melakukan kebajikan, tenggang rasa terhadap sesama, saling menghargai, mencintai sesama manusia dan masih banyak lagi nilai-nilai kehidupan yang terkandung didalamnya.

    Silakan baca hikayat dibawah ini!

    Contoh Hikayat dan Strukturnya

    1. Hikayat Abu Nawas = Botol Ajaib



    Tidak ada henti-hentinya. Tidak ada kapok-kapoknya, Baginda selalu memanggil Abu Nawas untuk dijebak dengan berbagai pertanyaan atau tugas yang aneh-aneh. Hari ini Abu Nawas juga dipanggil ke istana.
    Setelah tiba di istana, Baginda Raja menyambut Abu Nawas dengan sebuah senyuman. “Akhir-akhir ini aku sering mendapat gangguan perut. Kata tabib pribadiku, aku kena serangan angin.” kata Baginda Raja memulai pembicaraan.

    “Ampun Tuanku, apa yang bisa hamba lakukan hingga hamba dipanggil.” tanya Abu Nawas.
    “Aku hanya menginginkan engkau menangkap angin dan memenjarakannya.” kata Baginda.

    Abu Nawas hanya diam. Tak sepatah kata pun keluar dari mulutnya. la tidak memikirkan bagaimana cara menangkap angin nanti tetapi ia masih bingung bagaimana cara membuktikan bahwa yang ditangkap itu memang benar-benar angin. Karena angin tidak bisa dilihat. Tidak ada benda yang lebih aneh dari angin. Tidak seperti halnya air walaupun tidak berwarna tetapi masih bisa dilihat. Sedangkan angin tidak. Baginda hanya memberi Abu Nawas waktu tidak lebih dari tiga hari. Abu Nawas pulang membawa pekerjaan rumah dari Baginda Raja. Namun Abu Nawas tidak begitu sedih. Karena berpikir sudah merupakan bagian dari hidupnya, bahkan merupakan suatu kebutuhan. la yakin bahwa dengan berpikir akan terbentang jalan keluar dari kesulitan yang sedang dihadapi. Dan dengan berpikir pula ia yakin bisa menyumbangkan sesuatu kepada orang lain yang membutuhkan terutama orang-orang miskin. Karena tidak jarang Abu Nawas menggondol sepundi penuh uang emas hadiah dari Baginda Raja atas kecerdikannya.

    Tetapi sudah dua hari ini Abu Nawas belum juga mendapat akal untuk menangkap angin apalagi memenjarakannya. Sedangkan besok adalah hari terakhir yang telah ditetapkan Baginda Raja. Abu Nawas hampir putus asa. Abu Nawas benar-benar tidak bisa tidur walau hanya sekejap.

    Mungkin sudah takdir; kayaknya kali ini Abu Nawas harus menjalani hukuman karena gagal melaksanakan perintah Baginda. la berjalan gontai menuju istana. Di sela-sela kepasrahannya kepada takdir ia ingat sesuatu, yaitu Aladin dan lampu wasiatnya.

    “Bukankah jin itu tidak terlihat?” Abu Nawas bertanya kepada diri sendiri. la berjingkrak girang dan segera berlari pulang. Sesampai di rumah ia secepat mungkin menyiapkan segala sesuatunya kemudian menuju istana. Di pintu gerbang istana Abu Nawas langsung dipersilahkan masuk oleh para pengawal karena Baginda sedang menunggu kehadirannya.

    Dengan tidak sabar Baginda langsung bertanya kepada Abu Nawas. “Sudahkah engkau berhasil memenjarakan angin, hai Abu Nawas?”

    “Sudah Paduka yang mulia.” jawab Abu Nawas dengan muka berseri-seri sambil mengeluarkan botol yang sudah disumbat. Kemudian Abu Nawas menyerahkan botol itu.

    Baginda menimang-nimang botol itu. “Mana angin itu, hai Abu Nawas?” tanya Baginda.
    “Di dalam, Tuanku yang mulia.” jawab Abu Nawas penuh takzim.
    “Aku tak melihat apa-apa.” kata Baginda Raja.

    “Ampun Tuanku, memang angin tak bisa dilihat, tetapi bila Paduka ingin tahu angin, tutup botol itu harus dibuka terlebih dahulu.” kata Abu Nawas menjelaskan. Setelah tutup botol dibuka Baginda mencium bau busuk. Bau kentut yang begitu menyengat hidung.

    “Bau apa ini, hai Abu Nawas?!” tanya Baginda marah.
    “Ampun Tuanku yang mulia, tadi hamba buang angin dan hamba masukkan ke dalam botol. Karena hamba takut angin yang hamba buang itu keluar maka hamba memenjarakannya dengan cara menyumbat mulut botol.” kata Abu Nawas ketakutan.

    Tetapi Baginda tidak jadi marah karena penjelasan Abu Nawas memang masuk akal. Dan untuk kesekian kali Abu Nawas selamat.

     Download Materi Disini