Oleh : Dina Marliyana, S.Pd.
Resensi bisa diartikan juga sebagai kegiatan menilai,
membahas, mengkritik atau mengungkapkan kembali isi dalam sebuah karya, dengan
cara menjelaskan data-data, sinopsis, serta kritikan.
Pengertian resensi menurut KBBI adalah
pertimbangan atau pembicaraan tentang buku. Sedangkan secara etimologi,
resensi berasal dari bahasa Belanda resentie dan bahasa Latin recensio,
recensere atau revidere, yang memiliki arti mengulas kembali atau melihat
kembali. Dalam bahasa Inggris, resensi dikenal dengan istilah review.
jenis Resensi
Ada tiga jenis resensi berdasarkan isinya. Namun, jenis resensi
ini tidak baku dan bisa diterapkan secara bersamaan dalam suatu resensi.
Berikut jenis-jenis resensi yang perlu kamu ketahui:
1. Resensi Informatif. Resensi yang isinya hanya informasi
tentang hal penting dari keseluruhan isi buku secara umum.
2. Resensi Deskriptif. Resensi yang membahas secara detail
setiap bagian atau babnya.
3. Resensi Evaluatif. Resensi yang sangat detail, dengan
metodologi ilmu pengetahuan tertentu. Isinya kritis serta objektif untuk
menilai isi buku. Resensi ini banyak menyajikan penilaian presensi tentang isi
buku atau hal yang berkaitan dengan buku tersebut.
Tujuan Resensi adalah memberikan informasi atau pemahaman
yang mendalam tentang apa yang tampak dan terungkap dalam sebuah karya,
terutama buku. Resensi juga bertujuan untuk mengajak pembaca untuk memikirkan,
merenungkan dan mendiskusikan lebih jauh fenoma atau problema yang muncul dalam
sebuah buku.
Unsur Unsur Resensi
1. Judul
Judul resensi harus mempunyai
kesesuaian dengan isi buku atau karya yang diresensi. Kemudian, judul harus
dibuat semenarik mungkin sehingga dapat memancing pembaca untuk membacanya.
2. Identitas Buku atau Karya
Bila yang diresensi adalah buku,
bagian ini dapat berisi:
- Judul buku,
- Pengarang,
- Penerbit,
- Tahun terbit (beserta cetakannya), dan
- Jumlah halaman.
3. Isi Resensi
Bagian ini berisi ulasan karya.
Ulasan dapat berupa sinopsis, ulasan singkat, kutipan, keunggulan, serta
kelemahan yang terdapat dalam karya yang diresensi.
4. Penutup
Bagian ini biasanya berisi alasan mengapa
buku atau karya itu perlu dibaca atau dinikmati. Selain itu, latar belakang
penulisan buku juga bisa diletakkan di bagian ini.
DOWNLOAD DISINI
Struktur Resensi
Menulis resensi tidak bisa
sembarangan. Ada struktur yang harus diperhatikan oleh seorang penulis sebelum
menulis sebuah resensi. Berikut adalah struktur resensi
1. Identitas
Bagian ini mencakup judul,
pengarang, penerbit, tahun terbit, dan jumlah halaman. Demikian halnya jika
yang diresensi adalah sebuah film, dapat disesuaikan dengan identitas film.
2. Orientasi
Bagian ini biasanya terletak di
bagian awal dan berfungsi sebagai pembuka. Bagian ini dapat berisi penjelasan
mengenai penghargaan-penghargaan yang telah diterima oleh karya yang diresensi.
3. Sinopsis
Bagian ini berisi ringkasan yang
menggambarkan keseluruhan isi karya yang diresensi berdasarkan pemahaman
penulis.
4. Analisis
Bagian ini berisi paparan mengenai
unsur-unsur yang ada dalam karya yang diresensi. Bila yang diresensi adalah
buku, bagian ini bisa berisi kutipan-kutipan yang terdapat dalam buku. Bila
novel atau film, dapat membahas tema maupun tokoh dalam karya.
5. Evaluasi
Bagian ini berisi ulasan mengenai
kelebihan dan kekurangan karya yang diresensi.
DOWNLOAD DISINI
CONTOH
RESENSI NOVEL FIKSI RUMAH KACA
Judul Buku: Rumah Kaca
Penulis: Pramoedya Ananta Toer
Tebal Buku: 646 halaman
Penerbit: Lentera Dipantera
Tahun Terbit: 2010
Sinopsis
Novel fiksi Rumah Kaca ini bercerita mengenai usaha kolonial
untuk memukul aktivitas kaum pergerakan pada operasi pengarsipan yang rapi.
Arsip merupakan mata radar Hindia yang diletakkan di mana saja. Fungsinya untuk
merekam seluruh kegiatan kaum pergerakan tersebut. Dalam hal ini Pramoedya
menyebut politik arsip dengan kegiatan perumahkacaan.
Kelebihan
Kelebihan novel ini adalah fakta-fakta disajikan dengan bagus.
Kekurangan
Alur waktu tidak jelas sehingga pembaca kesulitan untuk
mengetahui latar cerita di dalam novel tersebut
Tidak ada komentar:
Posting Komentar